Dolar AS melemah atas mata uang lainnya di perdagangan mata uang hari Senin (11/03) dimana banyak pialang yang menantang sejauh mana Dolar AS akan menguat menyusul data ekonomi AS yang menyatakan kenaikan pasar tenaga kerja AS di akhir pekan kemarin dianggap sudah habis dampaknya.
Indek Dolar AS melemah tipis ke 82.601, dari sebelumnya di 82.900. Pun demikian, Dolar AS masih mampu naik atas Yen Jepang. Dolar AS melonjak di perdagangan hari Jumat setelah data ekonomi AS menyebutkan adanya 236 ribu lapangan kerja tercipta dibulan Februari. Jauh diatas perkiraan pasar, bahkan angka tingkat pengangguran AS menurun 7.7%, terendah sejak 2008.
Dolar AS makin mendapat sokongan menguat dengan indikasi bahwa The Fed akan meninjau kembali kebijakan moneter lunaknya.
Diawal minggu ini, sebagian pelaku pasar menyadari bahwa kenaikan yang terjadi di minggu lalu tidak akan bertahan lama.Penurunan angka pengangguran hanya 0.2% setiap bulan, setidaknya perlu enam bulan untuk mencapai target The Fed sebesar 6.5% setiap bulannya. Tingkat pengangguran juga hanya turun 0.1% sejak September 2012, setidaknya perlu lima tahun untuk mencapai target tingkat pengangguran di 6.5%.
Dengan angka-angka tersebut, masih rentan nampaknya penguatan Dolar AS, namun juga tidak bisa disikapi secara agresif dengan melakukan aksi jual pula. Dolar memang akan mengalami koreksi kembali setelah menguat di saat ini, dan level indek krusialnya di 83, apakah bisa ditembus atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar